Rather than dressing our data up, we should be stripping it down.

-Dark Horse Analytics

(#・ж・)

 

B

ila saat ini anda tengah mengalami trauma terhadap data. Kekurangan motivasi untuk memperhatikan pembaca (atau bagaimana data anda dibaca) karena enerji anda sudah sedemikian rupa terkuras oleh usaha untuk menyajikan data melalui tabel, diagram, atau grafik yang sepertinya selalu saja amburadul sejak anda pertama mengenalnya. Ketahuilah, bahwa ini sebagian diakibatkan oleh paparan desain data yang buruk.

Juga pembiaran bercokolnya standar yang rendah dalam konsepsi, teknik dan peralatan, termasuk juga mungkin perangkat lunak. Yang sebegitu terbiasakan. Sehingga bukan saja Anda tak lagi sadar bahwa yang sebegitu itu adalah barang yang berkualitas rendah (dan membahayakan), namun seterusnya berusaha melakukan hal yang sama ketika menyajikan data kepada orang lain.

Business as Usual“, atau yang saya biasa bilang NHSA: Normalized & Habitualized Self Abused.

Nah, bila anda tak mau lagi berhadapan dengan situasi seperti itu. Tak sudi lagi menyuguhkan hal serupa. Sudah bertekad untuk lebih bertanggung jawab (atau apa yang secara sederhana oleh sebagian orang sebut sebagai “idealis”) dengan pembaca anda, para anak, cucu dan cicit penduduk abad 21. Apa yang Dark Horse Analytic (DHA) ini lakukan melalui seri Data Look Better Naked ini sungguh patut dipelajari.

DHA membuatnya dalam format animasi GIF, juga slideshow. Dan saya akan coba rangkum poin-poin pentingnya untuk memudahkan mengingat.

 

buatlah tabel yang lebih baik

Yang tidak tampak seperti dinding batu bata Mario Bros.

Telusuri di sumbernya

Caranya:

  •  Hapus
    • warna (background dan isi)
    • garis bantu
    • huruf tebal
    • pengulangan
  • Buatlah:
    • Teks rata kiri
    • Angka rata kanan
    • Judul data mengikuti poin di atas
  • Sesuaikan lebar kolom dengan data
  • Tambahkan ruang kosong (technically ini disebut sebagai “margin”. Di MS Word ini bisa diset dengan > klik kanan pada tabel > Tabel Option > Cell margin)
  • Lakukan sepresisi dan sekonsisten mungkin
  • Bulatkan angka, dan bulatkan lagi
  • Plis, tidak gunakan Calibri (pasti anda faham)
  • Tambahkan emphasis (penekanan, bila dibutuhkan)

 

buatlah diagram batang yang lebih baik
Telusuri di sumbernya

Caranya:

  •  Hapus
    • Background
    • label yang berlebihan (menyatakan ulang data yang sudah ada)
    • garis
    • efek-efek spesial
    • huruf tebal
  • Kurangi warna
  • Terangkan/ringankan, bila masih ada
    • warna label
    • warna garis
  • Atau hapus sekalian garis dan bubuhkan label langsung pada batang

 

buatlah diagram lingkaran (Pie Chart) yang lebih baik

Yang sebetulnya tak selalu relevan untuk disajikan sebagai kue pie chart*

Telusuri di sumbernya

Caranya:

  • Hapus
    • background
    • garis batas (grid)
    • legend yang berlebihan (kurang berguna, menyatakan data yang sudah tersaji)
    • efek tiga dimensi
    • huruf tebal
    • potongan kue
  • Kurangi warna
  • Tebalkan garis data
  • Berikan penekanan pada data terbesar (bila perlu)

 

¡¡¡( •̀ ᴗ •́ )و!!!

 

Sebetulnya kalau dipikir-pikir tragis juga nasib kita. Dengan teknologi yang katanya canggih sekarang ini sebetulnya kita harus kerja dua kali untuk menyajikan data yang baik (membuat, usaha setengah mati demi tumpukan dengan banyak sampah/redundan/noise, terus mempretelinya satu demi satu).

Tapi ya mudah-mudahan kita bisa istikomah saja pada semangat kreatif. Bahwa mau satu atau berapa kalipun, desain data yang baik itu hal yang layak dibela.

Tetap semangatttt!!


*) barangkali tak habis pikir mengapa pie chart tak perlu dibuat seperti pie, dan bahkan seringkali lebih baik bila dibuat tidak seperti itu, silahkan mulai pelajari dari sini:

) bila tertarik untuk mempelajari bagaimana sebagian besar penyajian data yang kita anggap normal itu sedemikian buruk dan rendah kualitas rancangannya, silahkan mulai dalami dari sini:

Featured image icon “vomit” by Corpus Delicti from the Noun Project

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *