Beberapa catatan mengenai simpul-simpul bahasa visual yang menurut saya deserve more attention, baik itu di berbagai kelas desain formal, media, maupun wacana umum. Pengaruh dari masing-masing masing elemen ini begitu terasa. Adalah hal yang buruk bila kita tidak menguasai dan memahaminya:

  • User Interface 
  • Ikonografi. Ikon adalah salah satu elemen kebahasa visualan manusia yang paling tua dan otentik. Ini adalah teknik yang pertama kali manusia gunakan ketika memulai perjalanan kebahasaannya (baik itu sebagai individu, maupun sebagai sebuah peradaban), dan inilah persisnya aset yang telah manusia-manusia gua ketika mereka berusaha mengekspresikan (dan mencatatkan) gagasannya.
Bestias
Aset bahasa tulis pertama manusia yang terekam dalam sejarah infact, adalah ikon
hqdefault
Begitu pula ketika, ribuan tahun kemudian bertransformasi jadi aset bahasa kolektif

Setelah bisa membentuk pikiran dan menguasai tangannya, ikon (dan ikonisasi) adalah skill dasar berikutnya yang secara alami diadaptasi oleh anak-anak (atas: bentuk yang lebih abstrak, bawah: bentuk yang lebih ikonik)

Sampai selanjutnya bertransformasi kedalam bentukan teks seperti yang kita kenal sekarang.  Yang bahkan ketika kita sudah menciptakan beragam aset dan teknik lanjutan (dan melalui berbagai dinamika diantaranya) penggunaan ikon tidaklah pernah berkurang.

Dan ya, inilah mengapa perangkat komunikasi seperti ini bisa menjadi fenomena global. Visually, because it exist on (and consist as) icons.

Di berbagai media; dari mulai percetakan, penanda dagang (trademark), sampai User Interface, berbagai belahan dunia;  kita bisa melihat bagaimana dekatnya kita dengan rumpun kebahasaan ini. Cukup mengherankan bila ribuan tahun kemudian, di hampir semua jurusan, bahkan juga fakultas desain komunikasi visual, dunia per-ikon-an ini hanya sekali-sekali saja dibahas. Tentu ada sebabnya, tapi sekali lagi, sekarang saya tidak akan membahas tentang itu.

  • Tipografi. Sejak Sekolah Dasar sampai ke Magister kita belajar membaca (dan memahami) rangkaian teks dengan sedikit sekali pemahaman bahwa hasil pembacaan kita bukan hanya ditentukan oleh rangkaian… namun … but still, we could only value the words, not the text or the whole element that made this possible.
  • Kaligrafi. Tipografi dan kaligrafi adalah elemen penentu sejauh mana mendalamnya perkembangan intelektualitas sebuah kebudayaan. Ini adalah dua elemen yang begitu subtil sehingga kebudayaan yang begitu dangkal tidak akan sanggup mencapai kedalamannya.
  • The pleasure of reading. Dan ini bukan hanya berbicara mengenai ‘kenikmatan’ namun mengenai seberapa dalam ilmu pengetahuan dan intelektualitas berada dalam kebudayaan tersebut.
  • Dan tentu saja, dalam tataran ini, level pembelajarannya bukanlah hanya bagaimana membuat huruf. Lebih dalam lagi, ini adalah mengenai pengelolaan berbagai aspek huruf yang sudah ada, merancang dan mengembangkan huruf atau komponen huruf baru, dan lebih dalam lagi, memahami kontekstualitasnyai. Bagaimana dia berhubungan dengan berbagai faktor kemanusiaan; dari mulai transfer pengetahuan, pengembangan dan asimilasi budaya, sampai ke berbagai hal yang lebih bersifat praktikal.
  • Penanda Dagang. Kita benar-benar harus lebih serius mempelajari bidang ini. Bukan hanya agar pemahaman dan ketrampilan dalam merancang logo bisa lebih strategis, utuh dan menyeluruh. Namun juga agar pikiran ,,,,pikir desain bisa jadi lebih kaya, matang dan kolaboratif.

 

vinyl-decal-sticker-435

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *