Gestalt, a.k.a psikologi Gestalt, a.k.a Efek Gestalt (Gestalt Effects) adalah salah satu prinsip yang paling berpengaruh dalam keilmuan desain, dan terutama desain grafis. Di sekolah desain, ini adalah salah satu materi paling dasar yang dipelajari di berbagai kelas. Yang sayangnya, sering difahami (dan juga diterangkan) secara keliru, atau setidaknya kelewat sempit.

Penyempitan makna ini somehow saya kira, jadi menyulitkan pengadaptasian dan juga memunculkan semacam kesan keberjarakan antara teori dan praktek di lapangan.

Berikut saya catatkan beberapa point. Mudah-mudahan bisa ada manfaatnya:

Gestalt bukanlah hal yang unik.

 

Ini bukan:

  • hal yang dimiliki oleh satu atau beberapa inidividu.
  • fenomena yang baru – dan hanya – akan ada melalui aktifitas perancangan secara khusus. Gestalt adalah prinsip/pola dasar prilaku manusia yang berbasis pada persepsi. Ini berarti, manusia akan ‘menerapkan’ berbagai prinsip-prinsip di atas (perhatikan pilihan kata ‘menerapkan’ diatas yang mengkonotasikan satu peran aktif) DARI dalam (pikiran) keluar, tidak peduli apakah stimulan tersebut (perhatikan juga kata ‘stimulan’ yang dalam hal ini memaknakan hal yang pasif) terancang secara khusus ataupun tidak. Proses perancangan secara khusus, simply adalah serangkaian usaha untuk membuatnya lebih dramatis dan ‘framed’ – sesuai dengan tujuan yang dikehendaki. Namun ini bukan berarti bahwa efek gestalt baru terjadi setelah dilakukan perancangan secara khusus.
  • hanya berlaku pada objek-objek grafis (2 dimensional). Sejak awal, berbagai penelitian Gestalt adalah mengenai sistem persepsi secara umum, bukan hanya persepsi terhadap stimulasi grafis (citraan statik, 2 dimensional), apalagi logo (terminologi logo seperti sekarang sama sekali out of radar di saat itu). Ini adalah studi mengenai berbagai objek apapun yang bisa dipersepsikan, 3 dimensional, 4 dimensional (dimensi waktu/sekuensial), dan lain sebagainya.
    mccloud-2
    Dalam bukunya Understanding Comics, Scott McCloud mengulas bagaimana komik sebagai “invisible art”, bahwa apa yang ada dalam benak pembaca, adalah apa yang justru tidak ada di hadapannya. Dan ini adalah persisnya cara kerja dari apa yang kita sebut sebagai persepsi secara umum, dan Gestalt. Yang pada dasarnya kita terapkan pada semua hal.

    Dan memang, karena sebagian besar studi dilakukan secara non-observasional (tidak melibatkan responden, dalam satu ruang dan waktu khusus – dan inilah tepatnya mengapa oleh banyak kritikus, Gestalt ini dianggap tidak ilmiah, atau bahkan pseudo science) material grafis jadi sering dilibatkan. Namun posisinya sama sekali bukan sebagai instrumen pengujian tapi lebih kepada media pencatatan saja.

    mccloud-3
    Scott menjabarkan bagaimana film, yang pada dasarnya adalah serangkaian gambar-gambar statis/diam, digubah (oleh pikiran manusia) sebagai sesuatu yang bergerak. Dan ini bukan hanya hal yang berlaku untuk media film. Bagaimana manusia menafsirkan gerakan adalah murni kerja persepsi, karena pada dasarnya memori manusia menyimpan citraan sebagai 2 dimensional dan apa yang ditafsirkan sebagai gerakan tidaklah selalu berarti secara fisik sesuatu benar-benar bergerak.
    Gestalt adalah prinsip dasar yang secara canggih diaplikasikan kedalam perancangan User Interface.
    Gestalt adalah prinsip dasar yang secara canggih diaplikasikan kedalam perancangan User Interface.
    Dan ini adalah pula jalan masuk bagi banyak jenis Dark Pattern.
    Dan ini adalah pula jalan masuk bagi banyak jenis Dark Pattern.
    Dan uh oh, inilah pula mengapa orang kerap tertukar ketika meletakkan logo whatsapp terlalu berdekatan dengan ikon direct phone dalam layar android.
    Dan uh oh, inilah pula mengapa orang kerap tertukar ketika meletakkan logo whatsapp terlalu berdekatan dengan ikon direct phone dalam layar android.

    Dari penggunaan seragam sampai dengan penataan berbagai produk. kita telah dan sedang menerapkan berbagai prinsip ini pada semua hal yang bisa kita persepsikan.
    Dari penggunaan seragam sampai dengan penataan berbagai produk. kita telah dan sedang menerapkan berbagai prinsip ini pada semua hal yang bisa kita persepsikan.
  • hal yang berlaku untuk gambar ilusi optik, atau gambar dengan negative space yang besar.
    Gambar-gambar ilusi optik yang seringkali ditampilkan dalam berbagai presentasi mengenai Gestalt adalah, dan hanyalah, sampel dimana prinsip ini terlihat lebih dramatis dan jelas. Dan ini memang bisa dimengerti karena dalam konteks penuturan, agar orang bisa lebih mudah memahami, tentu diperlukan sampel dengan level sedramatis itu. Dalam prakteknya, apa yang  diproses oleh pikiran Gestalt dari setiap orang tidaklah selalu – atau bahkan mungkin sedikit saja – berada dalam intensitas sedramatis itu.
  • Figure and Ground tidaklah hanya berlaku untuk ilusi optik dan  gambar dengan negatif space yang besar. Figur & Ground yang dimaksud oleh para peneliti ini adalah kemampuan universal manusia untuk berfokus pada bagian tertentu (yang karenanya disebut sebagai ‘latar depan’) dari stimulan tertentu (yang tidak hanya dalam format gambar ilusi optik atau diapositif), sehingga mengesampingkan bagian lain (yang disebut sebagai ‘latar belakang), dan melakukannya reversible, secara bolak balik, atau bahkan secara acak.

 

Gestalt itu BEHAVIORAL, dan juga MENTAL

 

  • Gestalt adalah teori yang menjelaskan fenomena  prilaku manusia; tua-muda, sejak bayi ketika awal dipelajari. Setiap hari, setiap detik. Dalam jenis prilaku apapun. At any scale, besar atau kecil. Dan juga aspek kognitif dan psikologis, yang tertaut dengannya.
  • Dalam sebagian besar kasus, kita mencerapkan beberapa prinsip gestalt sekaligus, dalam waktu yang hampir bersamaan. Tidak satu-satu. Tidak hanya satu saja.

    Dari salah satu lukisan Jorge Oswaldo ini kita bisa mempelajari bagaimana dinamika proximity, similarity, dan berbagai prinsip lainnya somehow membuat kita menyimpulkan (closure) bahwa ini adalah cuplikan dari logo tertentu. Namun bahkan ketika bentukan ini berarti sesuatu, ini hanya berlaku bagi orang yang telah memiliki ingatan mengenainya (the law of past experience), bagi orang yang tidak memilikinya, persepsi yang muncul bisa jauh berbeda.
  • Proses ‘percobaan’ seperti yang dituliskan diatas, dalam sebagian besar kasus adalah serangkaian trial dan eror (percobaan), atau ‘brute force’. Dimana kita mencoba menerapkan berbagai pilihan yang kita rasa mungkin, dalam merespon satu situasi.

 

Gestalt adalah penjelasan mengenai apa yang kita lakukan sehari-hari.

 

Dan bila anda membayangkan bahwa prilaku manusia itu dikerjakan  dalam kondisi yang sepenuhnya sadar, ya tidak begitu. Sebagian manusia tidak cukup beruntung untuk mengetahui bahwa apa yang dilakukannya adalah bagian dari prinsip Gestalt. Sebagian lagi bahkan ketika sudah mengetahuinya, dapat dipastikan, belum tentu dapat menyatukannya kedalam kesatuan kesadaran yang runut.

Secara umum, Gestalt menunjukkan bagaimana prilaku dan persepsi manusia itu:

  • Bersifat sosial. Bekerja bersama – mempengaruhi dan dipengaruhi oleh komponen pikiran lain, seperti sistem ingatan dan mental image (imaginasi), dan lain sebagainya.
  • Pattern based. Sangat tertumpu pada pola dan pengelompokkan.
  • Imajinatif. Bukan hanya mengkalkulasi (pikiran manusia secara umum bahkan sebetulnya pecundang dalam menghitung dan mengukur), namun menafsirkan/memberikan tafsiran, membubuhkan makna baru/ tambahan dari yang sudah ada.

Itulah mengapa Kurt Koffka, salah satu dedengkot psikolog Gestalt menyimpulkannya melalui kalimat ini:

The whole is other than the sum of its parts

Pikiran (persepsi) manusia itu tidak eksak. Dia menggubah, menafsirkan. Menghasilkan hal berbeda/ baru dari hanya apa yang tampak di depannya.

 

62894-200

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *